Migrain (migraine, migren) merupakan salah satu keluhan nyeri kepala primer yang biasa kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Pada umumnya penderita migrain sudah sangat mengenal keluhannya, terutama manakala serangan migrain datang menerpa, kecuali bagi yang baru pertama kali mengalaminya. Sebagian penderita mampu mengobati dirinya sendiri (mungkin saking seringnya ke dokter), dan sebagian lainnya mau gak mau datang ke dokter, bahkan kadang memerlukan pengobatan dan follow up jangka panjang. *enjoy aja, ga usah terlalu cemas :) …*
Migrain adalah nyeri kepala di salah satu sisi (unilateral), kanan atau kiri, tanpa adanya kelainan organ. Adakalanya rasa nyeri timbul di kedua sisi kepala (bilateral). Dapat disertai aura maupun tanpa aura dan dapat diawali keluhan prodormal (keluhan sebelum serangan migrain), dapat pula tanpa keluhan prodormal.
ANGKA KEJADIAN
Sayang sekali kita belum memiliki angka kejadian (incidens rate) migrain. Kalaupun ada, sulit nyarinya . Mungkin di RS, Poliklinik Neurologi atau praktek dokter Neurolog memilikinya.
Menurut Michelle Blanda, MD (Professor of Emergency Medicine, Northeastern Ohio Universities College of Medicine, Sep 3, 2008), diperkirakan 10-20% penduduk amrik menderita migrain. Wanita (15-17%) lebih kerap mengalami migrain dibanding pria (sekitar 6%), atau 3:1.
Frekuensi serangan migrain sangat individual, bergantung pada banyak faktor. Migrain merupakan keluhan kepala terbanyak kedua setelah Tension headache.
Walau jarang, migrain dapat terjadi pada anak-anak (anak lelaki lebih sering ketimbang anak wanita) dan angka kejadian meningkat pada usia dewasa. Tersering pada usia 30-an (80%), kemudian usia-30 hingga 40-an dan adakalanya dapat dijumpai pada usia 50-an. (jarang).
JENIS MIGRAIN
Berdasarkan ada tidaknya aura (tanda-tanda yang menyertai keluhan), migrain terbagi menjadi 2 jenis, yakni:
1.
Migrain tanpa aura (tersering dijumpai, sekitar 80%).
2.
Migrain dengan aura (misalnya: rasa melayang *nggliyeng*, telinga berdenging, pandangn kabur, silau, dll), disebut juga dengan migrain klasik.
FAKTOR PENCETUS
Hingga kini, penyebab pasti timbulnya migrain belum diketahui. Namun demikian, beberapa faktor berikut ini merupakan faktor-faktor yang diduga sebagai pencetus terjadinya serangan migrain:
*
Adanya riwayat dalam keluarga yang menderita migrain (sekitar 70-80%).
*
Kelelahan fisik maupun psikis (stress).
*
Aktifitas yang berlebihan. *termasuk ketagihan nge Blog? …hiks*
*
Obat-obatan tertentu (misalnya: pil KB, obat golongan vasodilator)
*
Makanan tertentu dan alkohol.
TANDA TANDA MIGRAIN
Klasifikasi untuk menentukan jenis migrain lebih banyak ditentukan dengan komunikasi dokter-pasien (wawancara) berdasarkan berbagai kriteria yang disepakati para ahli. Kendati begitu, pada kenyataannya tidak mudah, rumit deh. Namun gak ada salahnya kita mengetahui walau singkat … :D
Migrain Tanpa Aura
Sedikitnya memenuhi 5 kriteria dari tanda-tanda berikut:
a. Nyeri kepala berlangsung 4 hingga 72 jam (bisa sampai 3 hari booo)
b. Sifat nyeri kepala ditandai minimal 2 dari ciri-ciri berikut:
1.
Nyeri di salah satu sisi kepala (unilateral)
2.
Disertai rasa berdenyut
3.
Gradasi nyeri: sedang hingga berat (mengganggu aktifitas sehari-hari)
4.
Nyeri diperberat dengan aktifitas fisik
c. Saat serangan nyeri kepala, setidaknya ditandai dengan 1 dari keluhan berikut:
1.
Mual atau muntah
2.
Fotofobia (takut cahaya), fonofobia (takut suara-suara tertentu … hihihi)
d. Tidak dijumpai adanya kelainan organ.
Migrain Dengan Aura ( Migrain Klasik)
Seseorang dikatakan menderita migrain klasik jika setidaknya memenuhi 2 kriteria.
Pertama, apabila dijumpai minimal 3 tanda dari keluhan-keluhan berikut:
1.
Satu dari aura yang bersifat reversibel (mudah kembali normal)
2.
Mengalami aura bertahap yang terjadi lebih dari 4 menit.
3.
Tidak mengalami aura yang berlangsung lebih dari 1 jam.
4.
Serangan nyeri kepala yang menyertai aura (dapat tejadi sebelum atau bersamaan dengan aura), berlangsung dengan interval kurang dari 1 jam.
Kedua, tidak dijumpai adanya kelainan organ.
Penentuan kriteria kadang membingungkan lantaran dijumpainya kriteria migrain tanpa aura sekaligus kriteria migrain klasik (migrain dengan aura).
Di sisi lain, keluhan-keluhan yang menyertai migrain sangat bervariasi sehingga makin menyulitkan dalam menentukan jenis migrain. Karena itu, dapat dimaklumi jika dalam praktek sehari-hari seorang dokter hanya mengatakan migrain kepada pasiennya agar gak tambah serem. :D
Selain itu, penderita migrain dapat mengalami gejala-gejala awal (prodormal) yang biasanya berlangsung 1-2 hari sebelum serangan migrain, seperti: lemas, lunglai, brasa nguantuk poll, sensi, depresi, bolak-balik kencing, dll.
PENGOBATAN
Pada dasarnya penatalaksanaan migrain meliputi 4 cara:
1. Tanpa obat. Merupakan upaya-upaya pencegahan, diantaranya:
*
Mengatur pola makan, misalnya: menghindari alkohol, dll.
*
Gaya Hidup Sehat, misalnya: tidur yang cukup, olah raga teratur.
*
Pengelolaan stres … :D *sulit bagi yang mudah meradang, mudah panik, gampang cemas, dll… tapi tetap bisa dilatih sesuai selera masing-masing*
2. Mengurangi pemakaian obat. Maksudnya, bagi penderita yang biasa menggunakan obat hendaknya mengurangi jumlah dan freksuensi pemakaian obat secara bertahap untuk menghindari timbulnya nyeri kepala putus obat (efek withdrawl) jika obat dihentikan secara tiba-tiba.
3. Obat-obatan.
Wah… banyak jenisnya nih. Silahkan menggunakan obat sesuai anjuran dokter.
Hmmm, … obat-obat yang lazim digunakan untuk penderita rawat jalan atau di rumah, antara lain: *akhirnya … :) …*
*
Obat golongan NSAI (Non Steroid Anti Inflamasi), misalnya: ibuprofen 400-600 mg, metamizole 500 mg, asam mefenamat 500 mg, dll … diminum 3-4 kali sehari sesudah makan.
*
Kombinasi Ergotamine-coffein.
*
Dll … dll … dll.
Adakalanya diperlukan obat kombinasi yang diresepkan oleh dokter untuk memberikan efek pengobatan yang lebih bagus.
Sekali lagi, penggunaan obat (jenis, dosis, cara dan lama pemakaian) hendaknya sesuai anjuran dokter.
OBROLAN SANTAI, YANG SERING DITANYAKAN:
*
Perlukah periksa otak (EEG, CT-Scan, MSCT, MRI) ? … Bergantung indikasi .. bergantung duitnya juga ding :)
*
Perlukah periksa Lab lengkap ? …idem di atas … *halahhhh*
*
Apa ada pantangan makanan ? … kalo emang nyata-nyata ditemukan hubungan antara serangan migrain dengan makanan tertentu, hendaknya makanan tersebut dihindari. Tapi perlu evaluasi. Kalo ternyata setelah gak makan makanan yang dipantang masih mengalami migrain, maka pantangan makanan patut ditinjau ulang. Inget persentase deh, kan faktor makanan sangat jarang. Sssst, ada cerita, orang-orang tertentu (di ndeso ™ daerah kami) selalu berpantang “gorengan” setiap sakit, apapun penyakitnya … ya jelas lah, sapa yang mau makan “gorengan”, lha wong wajan koq dimakan … hahaha. Btw, di kota sama juga kan ? *kedip-kedip* Heran, sing ngandani sopo ? Untuk wilayah kami, saya ikut bersalah karena kurang gencar woro-woro. * Apakah migrain berbahaya ? … kalo jelas-jelas migrain (artinya tanpa kelainan organ), gak bahaya … tersiksa sih iya! :D
(ini sumbernya aku dapat dari seorang teman,, :) )
kenapa aku ambil topik ini? karena pada hari ini juga aku merasakan MIGRAN itu sangat menyakitkan,bukan pas hari ini aja,bahkan sudah lama kali aku mengalami ini,,dan aku NGGAK BISA LAMA2 KAYAK GINII... :'( mudah2an aku bisa mengatasi masalah ini sebisa mungkin,dan tetap aku andalkan Tuhan Yesus, karena DIA lah dokter dari segala dokter yang mampu memulihkan aku...
sekiannn :))